Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Hal Penting Sebelum Transaksi di Aplikasi Pinjam Uang

Perkembangan teknologi membuat kita semakin mudah dalam akses apapun. Termasuk dalam hal keuangan. Cukup dengan download aplikasi dan semua bisa kita akses. Salah satunya ialah aplikasi pinjam uang. Namun, meskipun mudah aksesnya, harap tetap berhati-hati ya!

Aplikasi Pinjam Uang

Bagi yang belum pernah mencoba meminjam uang melalui aplikasi, ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan. Tujuannya agar data dirimu aman dan tidak disalahgunakan. Selain itu, juga menyelamatkanmu dari teror penagihan. Nah, apa saja yang perlu dipertimbangkan? Simak penjelasannya berikut ini!

1.       Pertimbangkan kemampuan membayar

Sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman, kita perlu pertimbangkan hal ini. Saran dari pakar perencana keuangan, batas aman pembayaran utang adalah 30 persen dari total pendapatan bulanan. Jika jumlah angsuran tiap bulan lebih dari 30 persen total pendapatan, maka batalkan saja niatmu!

Kita bisa mengetahui kemampuan membayar pinjaman dari anggaran keuangan. Setiap bulan, hendaknya buat perencanaan keuangan yang rinci. Tuliskan kebutuhan dan juga nominal yang dibutuhkan. Apakah dari pendapatan bulanan dan pembagian kebutuhan masih ada sisa? Jika ya, cari estimasi angsuran sejumlah sisa pada rincian keuangan kita.

2.       Bukan untuk hal konsumtif

Hal selanjutnya yang perlu kita pertimbangkan adalah tujuan melakukan pinjaman online. Alasan utama melakukan pinjaman apakah karena kebutuhan atau memenuhi keinginan konsumtif? Pertimbangan ini dilakukan supaya kita bisa terhindar dari beban keuangan. Jadi, pastikan pinjaman itu kita gunakan untuk kebutuhan penting. Misalnya, untuk tambahan modal usaha.

Hal-hal konsumtif ini seperti apa? Secara umum, termasuk untuk barang atau hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Alasannya hanya karena “ingin membelinya”. Tidak ada argumen pendukung mengapa kita harus membelinya. Yeah, membeli suatu barang atau jasa yang sia-sia.

3.       Cek kredibilitas pinjaman online di OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga resmi negara yang dibentuk untuk mengatur dan mengawasi keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011. Semua perusahaan pinjaman online wajib terdaftar dan memiliki izin dari OJK.

Aplikasi pinjam uang yang sudah mengantongi izin OJK akan diawasi semua kegaiatn operasionalnya. Apabila ditemukan adanya penipuan atau jerat bunga yang tidak manusiawi, perusahaan penyelenggara bisa mendapatkan sanksi. Untuk mengetahui daftar fintech yang sudah diberi izin oleh OJK, kita bisa cek ke:

  • Website resmi ojk.go.id
  • Telepon 157
  • WhatsApp ke 081-157-157-157

Nah, ayo coba cek dulu!

4.       Apakah ada website resminya?

Selanjutnya, kita cek apakah penyelenggara pinjaman online memiliki website resmi. Ya, jadi aplikasi pinjam uang saja tidak cukup! Jika sudah ada izin dari OJK, perusahaan penyelenggara biasanya memiliki aplikasi dan website resmi. Apabila tidak ditemukan website resminya, maka kita wajib berhati-hati. Ada baiknya cek semua aplikasi pinjaman online yang kita pertimbangkan.

5.       Perhatikan biaya dan bunganya

Perusahaan penyelenggara pinjaman online yang legal dan diawasi OJK selalu memberikan informasi yang jelas kepada calon nasabah. Mulai dari rincian biaya hingga suku bunga. Beberapa menyediakan fitur simulasi pinjaman. Dengan begitu, kita bisa mengetahui estimasi angsuran yang harus dibayarkan.

Baca juga:

Sedikit informasi tambahan nih, aplikasi pinjam uang yang legal tidak akan memberikan suku bunga tinggi. Umumnya, rata-rata suku bunga pinjaman ini tidak lebih dari 0,4 persen per hari. Sedangkan pinjaman online ilegal bisa memberikan suku bunga hingga 40 persen dari total pinjaman yang diberikan.

6.       Baca detail persyaratan

Nah, ini juga tak kalan penting! Setiap pinjaman online selalu memberikan detail persyaratan kepada calon nasabah. Baca secara menyeluruh apa saja hak dan kewajiban dari kedua belah pihak. Demi hidup tenang, yuk jangan sepelekan!

Tujuannya adalah kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ada kesepakatan yang kurang sesuai. Selain itu, langkah ini juga mencegah kita melakukan kesalahan karena ketidakpahaman akan persyaratan tersebut. Antisipasi supaya tidak asal marah-marah, nih!

Jika ada syarat yang kita kurang pahami, jangan ragu untuk menanyakannya pada bagian layanan konsumen. Diskusikan setiap detailnya sampai kita memahami persyaratannya. Ingat kata peribahasa, “Malu bertanya, sesat di jalan”.

7.       Pastikan ada layanan konsumen

Aplikasi pinjam uang resmi yang diberi izin dan diawasi OJK pasti menyediakan layanan konsumen yang mudah diakses oleh masyarakat. Apa sih bentuk layanannya? Meliputi Customer Service, surel (email), serta nomor telepon lengkap dengan alamat perusahaan yang jelas.

Layanan ini ada sebagai bentuk transparansi informasi perusahaan penyelenggara pinjaman kepasa calon nasabah. Dengan begitu, risiko terjadinya penipuan pun bisa kita hindari. Sebagai calon nasabah, kita juga harus mau menggali informasi lengkap terkait pinjaman yang akan diajukan. Supaya kita bisa mengetahui serta memahami hak dan kewajiban sebagai nasabah. Tak hanya itu, kita juga bisa tahu dan paham terhadap hak serta kewajiban perusahaan penyelenggara.

Nah, itulah 7 hal yang patut kita pertimbangkan sebelum bertransaksi di aplikasi pinjam uang. Informasi ini sebagai panduan, terlebih untuk kita yang sangat awam tentang pinjaman online. Supaya pinjaman yang kita ajukan nantinya bisa memberikan manfaat untuk kebutuhan. Terhindar dari tindakan kriminal penipuan maupun jerat suku bunga tinggi juga penting untuk kita pastikan.

Selalu ingat bahwa fintech legal selalu memiliki izin dan diawasi oleh OJK. Pemerintah sudah menyediakan perlindungan hingga informasi yang bermanfaat untuk masyarakat. Jadi, tak ada lagi alasan enggan mencari informasi ya! Lagi pula, hal tersebut juga untuk keamanan kita bertransaksi. Usahakan tidak menyepelekan detail kecil.

Posting Komentar untuk "7 Hal Penting Sebelum Transaksi di Aplikasi Pinjam Uang"